“Hai, lama gak jumpa, makin gendutan, ya?”
“Ya ampun, lihat tuh, pipi, udah kayak bakso aja.”
“Kamu makan yang banyak gih, badan kok kurus gitu.”
“Makannya banyak, tapi kok tetap kurus? Cacingan, ya?”
“Yang rajin cuci muka biar gak jerawatan.”
Apakah kamu pernah melontarkan pertanyaan serupa di atas? Selamat! Kamu sudah melakukan body shaming. Atau kamu adalah korban kekejaman pertanyaan tersebut? Dont worry. I am beside you.
Apa itu Body Shaming
Pengertian paling mudah dari body shaming adalah kamu mengkritik tubuh seseorang baik secara langsung ataupun tidak, baik untuk tujuan bercanda atau memang bener-benar menghina. Bisa karena terlalu gemuk, terlalu kurus, wajah jerawatan, kusam atau pun hal-hal yang menyangkut tubuh seseorang. Sekalipun yang kamu katakan itu adalah fakta.
Sebuah Candaan
Seringkali pertanyaan tentang fisik dianggap sebuah lelucon belaka yang tak perlu diambil pusing. Kan, Cuma bercanda, begitu dalihnya. Celakanya saat ditegur jika pertanyaan itu salah, gak jarang malah terjadi perdebatan dengan umpatan, “Kamunya aja yang terlalu baper.” Padahal, kalimat-kalimat yang dibungkus bercandaan itu nyatanya menyelipkan luka bagi pendengarnya.
Pelaku body shaming juga tak jauh-jauh dari teman, keluarga, rekan kerja atau bahkan diri kita sendiri. Saking dianggap lumrahnya “canda” soal fisik, kadang, kita tanpa sadar melontarkan kalimat-kalimat itu dengan ringan. Tapi, kita tidak pernah tahu bagaimana cara seseorang itu menanggapi lontaranmu, apakah dia selow saja atau malah menyimpan dendam di dada?
Efek Buruk
“Bercandaan” tentang fisik memiliki efek samping yang gak main-main, meski gak seserius kanker stadium akhir atau gagal jantung. Namun, dalam jangka panjang body shaming menimbulkan rasa insecure pada dirinya, gangguan psikologis, setres berkepanjangan bahkan bunuh diri.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk speak up bercanda soal fisik itu adalah tindakan yang salah. Jika kita masih melumrahkan atau memandang spele soal body shaming, maka candaan fisik hanya akan dianggap hal yang normal. Padahal di beberapa negara, Jerman, misalnya mengkritik badan seseorang adalah hal yang aneh.
Lalu harus apa?
Kita tidak punya hak untuk menilai tubuh seseorang, sekalipun tujuannya agar seseorang itu memulai pola hidup sehat. Cara yang salah sekalipun untuk tujuan baik akan tetap berdampak buruk.
Kita bisa memulai dari diri kita sendiri. Benhetilah menscanning badan orang lain. Berhentilah bercanda soal fisik. Gantilah topik pembicaraan ke hal yang lebih asyik.
Jika suatu hari kamu menerima lontaran body shaming, katakan padanya
Kayak hidupmu udah perfect aja!
0 Komentar